Tangerang – Di tengah kondisi gedung sekolah yang terendam banjir, SMP Negeri 1 Gunung Kaler tetap menunjukkan kepedulian sosial dengan turun langsung membantu warga terdampak banjir di wilayah sekitar. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi tidak pernah surut, meski fasilitas pendidikan ikut terdampak.”Senin (26/1/26)
Banjir kiriman yang melanda wilayah Gunung Kaler kembali merendam Gedung dan sarana SMPN 1 Gunung Kaler. Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Gunung Kaler, Ahmad Fahruroji, M.Pd, banjir tersebut merupakan siklus tahunan yang hampir selalu terjadi setiap bulan Januari.
“Seperti tahun 2025 lalu, banjir tahun 2026 ini kembali datang di bulan Januari. Ketinggian air mencapai lebih dari 40 sentimeter dan merendam akses jalan menuju sekolah, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang kelas hingga perpustakaan,” ungkap Ahmad Fahruroji.
Ia menambahkan, meskipun aliran sungai telah dilakukan normalisasi, air tetap meluap hingga masuk ke area sekolah. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas belajar mengajar serta merusak sejumlah sarana prasarana pendidikan.
Namun di tengah keterbatasan tersebut, semangat kemanusiaan tetap menyala. Di bawah koordinasi Pembina PMR Muhammad Syukur, S.Pd dan Pembina Pramuka Eka Yudistira, S.Pd, para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler PMR dan Pramuka SMPN 1 Gunung Kaler menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak banjir di Kampung Kedung Sebrang, Desa Kedung, Kecamatan Gunung Kaler.



Dengan penuh semangat dan keikhlasan, para siswa turut membantu proses distribusi bantuan sebanyak 280 porsi makanan siap saji kepada para korban banjir. Kegiatan ini dilakukan atas izin Kepala Sekolah SMPN 1 Gunung Kaler serta dukungan seluruh stakeholder sekolah.
Aksi sosial tersebut menjadi wujud nyata pendidikan karakter yang ditanamkan di SMPN 1 Gunung Kaler bahwa empati, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama adalah nilai penting yang harus terus dijaga dan diamalkan.
Meski sekolah mereka ikut terdampak banjir, keluarga besar SMPN 1 Gunung Kaler membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berbagi. Justru dari situ tumbuh solidaritas dan kepedulian yang menginspirasi banyak pihak.”pungkasnya
(Irwan)







