TANGERANG – Tekad kuat dan semangat pantang menyerah kembali mewarnai dunia pendidikan nonformal di Kabupaten Tangerang. PKBM Bakti Pertiwi sukses menyelenggarakan Ujian Akhir Pendidikan Kesetaraan (UAPK) Program Paket B (Setara SMP) Tahun 2026 pada 9 dan 10 Mei 2026. Selama dua hari, suasana ujian dipenuhi energi positif para warga belajar yang siap membuktikan bahwa Pendidikan adalah jalan utama mengubah nasib.
Pelaksanaan UAPK Program Paket B Setara SMP berlangsung tertib, lancar, dan penuh fokus. Tak ada batasan usia maupun latar belakang yang terlihat; yang ada hanyalah keseriusan dalam menjawab setiap soal. Bagi para peserta, ini bukan sekadar tes akademik, melainkan langkah nyata menuju kualitas hidup yang lebih baik dan impian yang selama ini tertunda.
Kehadiran tim monitoring dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, yang diwakili oleh Pak Suanda, semakin mengukuhkan legitimasi kegiatan ini. Dalam arahannya, beliau tak hanya meninjau teknis pelaksanaan, tetapi juga menyuntikkan motivasi yang menyentuh hati peserta.
“Teruslah belajar dan kejar cita-cita, karena setiap orang harus memiliki keinginan dan harapan untuk meraih mimpi yang lebih baik,” ujar Pak Suanda di hadapan seluruh peserta UAPK.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa stigma terhadap Pendidikan Kesetaraan sudah saatnya dihapuskan. Ijazah Paket B dan C kini memiliki nilai yang setara dengan pendidikan formal dan diakui secara sah oleh negara.
“Setelah lulus jangan berhenti sampai di sini. Yang dari Paket B lanjutkan ke Paket C. Sekarang ijazah paket sudah diakui dan bisa digunakan untuk daftar kuliah, daftar dewan, maupun melamar pekerjaan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pak Suanda juga membuka informasi mengenai peluang beasiswa melalui jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Universitas Tangerang Raya (UNTARA). Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi warga belajar yang ingin melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang perguruan tinggi.
Gelaran UAPK di PKBM Bakti Pertiwi ini bukan hanya penanda akhir sebuah proses belajar, melainkan pembuka babak baru. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal telah bertransformasi: bukan lagi pilihan cadangan, melainkan jalur strategis yang setara, berkualitas, dan penuh peluang menuju masa depan yang lebih cerah.
(Mrn)







