TANGERANG — Pelaksanaan Ujian Akhir Pendidikan Kesetaraan (UAPK) Program Paket B di PKBM Bakti Pertiwi resmi berakhir pada hari kedua dengan suasana penuh semangat dan kebahagiaan. Seluruh peserta tampak tersenyum lega dan bahagia usai menyelesaikan rangkaian ujian yang telah berlangsung dengan lancar dan tertib.
Keceriaan terlihat jelas dari raut wajah para warga belajar yang selama ini berjuang membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, hingga aktivitas sehari-hari demi meraih masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan nonformal.”Minggu(10/4/26)
Ketua Yayasan sekaligus pemerhati pendidikan nonformal, Marinan, menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang memandang pendidikan nonformal hanya sebatas tempat mengejar ijazah. Padahal, menurutnya, PKBM memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membuka akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Masih banyak yang berpikiran pendidikan nonformal hanya mengejar ijazah. Padahal PKBM hadir sebagai solusi pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan kesempatan belajar. Pendidikan nonformal memiliki kedudukan yang sama dan diakui negara setelah lulus uji kesetaraan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan PKBM telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 26, yang menyebutkan bahwa pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan sebagai pengganti, penambah, maupun pelengkap pendidikan formal guna mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Selain itu, hak memperoleh pendidikan juga diperkuat dalam Pasal 31 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Hal tersebut menjadi landasan kuat bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.


Dengan berakhirnya UAPK Paket B tahun 2026 ini, PKBM Bakti Pertiwi berharap seluruh peserta dapat meraih hasil terbaik dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semangat belajar para warga belajar menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia maupun latar belakang.(Red)







