Kritik Keras Ketum SMSI: Jika Fungsi Seperti Itu, Dewan Pers Sebaiknya Dibubarkan!

Kamis, 2 Oktober 2025 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINKBERITANEWS.COM. TANGERANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), sebagai asosiasi media siber terbesar di Indonesia, melontarkan kritik keras terkait posisi dan nasib media online selama satu dekade terakhir. Ketua Umum SMSI, Firdaus, secara terbuka menyatakan kegelisahan mendalam bahwa organisasinya merasa “dianggap musuh” selama sepuluh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Firdaus dalam podcast “Suara Kita” pada Jumat, 26 September 2025, di Kantor Sekretariat bersama SMSI Tangerang Raya baru-baru ini. Ia menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan organisasi, melainkan menyangkut misi besar menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalau fungsi Dewan Pers seperti itu, saya berpikir Dewan Pers dibubarkan,” ujar Firdaus, menyuarakan kritik tajam terhadap lembaga penjaga profesi pers.

Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 akan terhambat jika sekitar 3.000 anggota SMSI sebagai pelaku pers di daerah “mati semua” akibat ketiadaan regulasi yang adil. Firdaus menegaskan prinsip dasar demokrasi: semua suara media, besar dan kecil, harus didengar.

Baca Juga :  Desa Pasar Kemis Gelar Rapat Evaluasi Kinerja 2025, Perkuat Solidaritas dan Pelayanan Desa

Lahir dari Kegelisahan Senior dan Tantangan Stigma “Abal-Abal”

Firdaus menceritakan bahwa SMSI lahir pada 2016 dari kegelisahan sejumlah jurnalis senior, khususnya fungsionaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang masa jabatannya akan berakhir. Organisasi ini digagas sebagai wadah “bermigrasi” agar peran dan silaturahmi mereka di dunia pers tidak terputus.

“Kita enggak mungkin nanti berkumpul di organisasi purnawirawan TNI. Terus enggak mungkin juga di organisasi purnawirawan Polri atau Korpri,” kenang Firdaus, yang saat itu menjabat Ketua PWI Provinsi Banten.

Visi SMSI saat itu adalah meramalkan transisi digital, ketika media cetak diprediksi akan selesai. Namun, sejak kelahirannya, media siber kecil justru dianggap “ancaman” oleh kelompok media nasional yang memonopoli kue iklan di daerah.

“Mereka beri stigma ini media abal-abal,” ungkapnya. Padahal, media siber menawarkan jangkauan tak terbatas dan biaya operasional yang lebih rendah, mampu menerobos “blokade” informasi yang dikuasai konglomerasi.

Sorotan pada Podcast dan Seruan Agar Negara Hadir

Baca Juga :  Sekretaris PWI Kota Tangsel Tekankan Urgensi Kode Etik Jurnalistik

Firdaus juga menyoroti tantangan baru, yakni kemunculan platform digital personal seperti podcast. Ia mempertanyakan apakah konten yang dikelola perorangan, seperti milik Karni Ilyas atau Abraham Samad, sudah memenuhi kaidah jurnalistik, khususnya prinsip cover both sides.

“Negara pun, tokoh-tokoh pers pun yang ada di Dewan Pers kelihatannya belum menyiapkan konsep ini,” tandasnya.

Sebagai respons, SMSI berencana menggelar diskusi maraton hingga Hari Pers Nasional (HPN) mendatang untuk merumuskan masa depan media baru.

Di akhir pernyataannya, Firdaus menyampaikan harapan utamanya: kehadiran negara. Kehadiran yang dimaksud bukan dalam bentuk bagi-bagi proyek iklan, melainkan dalam bentuk regulasi yang menciptakan ruang bagi media siber, terutama yang kecil, untuk berkompetisi sehat.

“Negara bisa hadir dengan memfasilitasi pelatihan untuk peningkatan SDM, atau menyediakan server bersama bagi media-media startup di daerah,” tutupnya, menyerukan agar pemerintah fokus pada kompetisi yang sehat, bukan ketergantungan pada anggaran negara.(SMSI)

Berita Terkait

Audiensi JTR ke DPRD Tangsel, Ini Kata Sekwan
DPMPD Kabupaten Tangerang Fasilitasi Penanggulangan Kebersihan Lingkungan di Tiga Kecamatan
Wakil Bupati Tangerang Lakukan Monitoring Gebrak Posyandu di Desa Daon Kecamatan Rajeg
BIC Group Siapkan ASEAN Trip 2026 dan Malam Apresiasi Karyawan
Banjir Rendam Perumahan Duta Bandara Permai, Polres Metro Tangerang Kota Dirikan Posko Pengungsian
PKBM Bukan Lagi Pilihan Kedua, Marinan: Pendidikan Nonformal adalah Pilihan Sadar Menuju Masa Depan
Gelorakan Cinta Al-Qur’an, Kecamatan Rajeg Kirim 43 Kafilah di MTQ ke 56
Jembatan Kp.Ilat Kec.Pasar Kemis Roboh Dua Tahun, Masyarakat Desak PemKab Segera Bangun Kembali
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:47 WIB

Audiensi JTR ke DPRD Tangsel, Ini Kata Sekwan

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:32 WIB

DPMPD Kabupaten Tangerang Fasilitasi Penanggulangan Kebersihan Lingkungan di Tiga Kecamatan

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:04 WIB

Wakil Bupati Tangerang Lakukan Monitoring Gebrak Posyandu di Desa Daon Kecamatan Rajeg

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:19 WIB

BIC Group Siapkan ASEAN Trip 2026 dan Malam Apresiasi Karyawan

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:02 WIB

PKBM Bukan Lagi Pilihan Kedua, Marinan: Pendidikan Nonformal adalah Pilihan Sadar Menuju Masa Depan

Berita Terbaru

Daerah

Audiensi JTR ke DPRD Tangsel, Ini Kata Sekwan

Rabu, 14 Jan 2026 - 21:47 WIB