Penyambutan Dinilai Kurang Etis, Audiensi JTR dengan Dinkes Kota Tangerang Hanya Digelar di Lobi

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG – Audiensi yang diajukan Himpunan Jurnalis Tangerang Raya (JTR) kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menuai sorotan.

Pasalnya, pertemuan resmi tersebut tidak digelar di ruang kerja atau ruang rapat sebagaimana lazimnya audiensi kelembagaan, melainkan hanya berlangsung di area lobi kantor Dinkes.

Humas Dinkes, Eka Gusmanti, S.SiT., S.Sos., M.Kes., menerangkan bahwa ruang pertemuan masih penuh karena adanya rapat dan Diklat yang sedang berlangsung.

“Kita ngobrol disini aja ya pak,” kata Anty begitu dia disebut pada pengurus JTR sambil menarik sebuah kursi karena bangku yang ada tidak cukup.

Sejumlah pengurus JTR menilai pola penyambutan tersebut kurang mencerminkan etika pelayanan dan kemitraan antara instansi pemerintah dengan insan pers. Terlebih, audiensi dilakukan secara resmi melalui surat permohonan yang telah disampaikan sebelumnya.

Baca Juga :  PKBM Bakti Pertiwi Ikut Meriahkan HUT RI ke-80 Lewat Program PAKADES

“Kami datang secara kelembagaan, membawa surat resmi, dan mengajukan audiensi untuk membangun komunikasi serta sinergi. Namun faktanya, pertemuan hanya dilakukan di lobi, bukan di ruang yang semestinya,” ujar Ahmad Putra selaku Ketua JTR,.

“Pembicaraan ditengah warga umum yang sedang menunggu di lobi, tentu sangatlah tidak layak untuk audiensi,” imbuhnya. Kamis (18/2).

Menurut JTR, audiensi bukan sekadar pertemuan informal, melainkan forum resmi untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta membangun kemitraan strategis antara media dan pemerintah daerah, khususnya dalam konteks pelayanan kesehatan publik.

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Gelar Seminar: PKBM Jadi Ujung Tombak Atasi Anak Putus Sekolah dan Tekan Angka Kemiskinan

JTR membandingkan sikap Dinkes Kota Tangerang dengan sejumlah OPD lain di wilayah Tangerang Raya yang sebelumnya menerima audiensi JTR secara terbuka dan representatif, bahkan menyediakan ruang diskusi khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap organisasi profesi jurnalis.

“Pers adalah mitra strategis pemerintah, bukan tamu biasa. Penyambutan yang dilakukan di lobi memberi kesan kurang menghargai fungsi dan peran jurnalis sebagai pilar demokrasi,” tegasnya.

JTR berharap ke depan Dinas Kesehatan Kota Tangerang dapat melakukan evaluasi internal terkait tata cara penerimaan tamu kelembagaan, khususnya organisasi pers, agar komunikasi antara pemerintah dan media berjalan lebih sehat, setara, dan profesional. (Tim JTR)

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Rakor Satgas Saber Pangan, Antisipasi Rawan Bapokting Dua Pekan Jelang Hari Raya
Bhabinkamtibmas Polsek Pasar Kemis Cek Lahan Jagung Hibrida, Dukung Ketahanan Pangan di Pangadegan
Polsek Panongan Pantau Perkembangan Jagung Hibrida 2 Hektar di Serdang Kulon
Kapolsek Tigaraksa Cek Progres Tanam Jagung Program 1 Desa 2 Hektar di Desa Pasir Bolang
Polsek Kronjo Gelar Patroli Cegah 3C, Tawuran dan Balap Liar
Polsek Kronjo Gelar Apel Malam dan Ops Cipkon, Antisipasi Tawuran dan Geng Motor
Polsek Kronjo Dampingi Kelompok Tani Tanam Jagung Hibrida Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Tingkatkan Keamanan Wilayah di Bulan Ramadhan, Babinsa Patroli Siskamling Dengan Komduk
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:48 WIB

Polda Metro Jaya Rakor Satgas Saber Pangan, Antisipasi Rawan Bapokting Dua Pekan Jelang Hari Raya

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:13 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Pasar Kemis Cek Lahan Jagung Hibrida, Dukung Ketahanan Pangan di Pangadegan

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:10 WIB

Polsek Panongan Pantau Perkembangan Jagung Hibrida 2 Hektar di Serdang Kulon

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:41 WIB

Kapolsek Tigaraksa Cek Progres Tanam Jagung Program 1 Desa 2 Hektar di Desa Pasir Bolang

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:38 WIB

Polsek Kronjo Gelar Patroli Cegah 3C, Tawuran dan Balap Liar

Berita Terbaru