LINKBERITANEWS.COM – Dalam langkah yang sangat penting untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly dan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa menggelar pertemuan di Kota New Alamein hari ini. Pertemuan ini berfokus pada perkembangan terbaru yang mengancam stabilitas dan keamanan di wilayah Palestina, khususnya di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, PM Madbouly menegaskan komitmen kuat Mesir untuk mendukung perjuangan Palestina dan berjanji akan memberikan segala bentuk bantuan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik bersenjata di Gaza. “Mesir akan selalu berdiri di samping rakyat Palestina dalam usaha mereka untuk meraih hak-hak mereka, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri melalui pembentukan negara merdeka di perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ujarnya dengan tegas.
PM Madbouly juga mengecam segala upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka dan menegaskan perlunya menghentikan kebijakan penghancuran rumah serta perluasan permukiman yang telah merusak kehidupan masyarakat Palestina. Ia menyerukan penerapan hasil konferensi internasional yang telah berlangsung di New York pada 28 Juli lalu, yang dipimpin bersama oleh Arab Saudi dan Prancis, untuk mencari solusi damai dan implementasi solusi dua negara.
Di sisi lain, PM Mustafa menyampaikan rencana Arab-Islam untuk rekonstruksi Gaza yang tidak melibatkan penggusuran rakyat Palestina. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa rekonstruksi dapat dilakukan tanpa mengorbankan hak-hak rakyat Palestina,” katanya, sembari menekankan pentingnya koordinasi internasional dalam penanganan masalah Palestina.
Sementara itu, dalam konteks yang lebih mendesak, negosiasi tidak langsung antara Hamas dan Israel tentang gencatan senjata telah terhenti, meskipun berbagai upaya mediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat terus dilakukan. Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, mengumumkan rencana untuk melancarkan serangan baru ke Gaza City, menambah kekhawatiran masyarakat internasional mengenai situasi di wilayah yang sudah hancur ini.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel telah mencapai 61.944, dengan lebih dari 155.886 orang terluka sejak konflik meningkat pada 7 Oktober 2023. Angka-angka ini menggambarkan krisis kemanusiaan yang semakin mendalam, memerlukan perhatian dan tindakan segera dari komunitas global.
Pertemuan hari ini menandai langkah penting menuju upaya bersama untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di wilayah Palestina. Dengan dukungan kuat dari Mesir dan negara-negara Arab lainnya, diharapkan bahwa suara rakyat Palestina akan didengar dan hak-hak mereka akan dihormati.(red)







