Kabupaten Tangerang – Upaya pemerintah dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Beasiswa Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang secara khusus menggelar sosialisasi mekanisme penyaluran beasiswa ini bagi warga kategori miskin ekstrem. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme pada Jumat, (19/9/2025), yang dipusatkan di dua lokasi, yakni Aula Desa Sindang Sono dan Aula Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya.
Sosialisasi ini menjadi momentum penting, karena menghadirkan berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Sindang Sono yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Kepala Desa Sindang Asih, Kasi PNFK beserta tim Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, serta para pimpinan PKBM di wilayah Sindang Jaya, yaitu PKBM Himata, PKBM Lavorta, dan PKBM Bhakti Pertiwi. Tidak hanya perangkat desa dan pengelola Pendidikan, sebanyak 80 peserta didik juga turut mengikuti kegiatan. Mereka terdiri dari 40 peserta asal Desa Sindang Sono (20 Paket B setara SMP dan 20 Paket C setara SMA) serta 40 peserta asal Desa Sindang Asih dengan komposisi yang sama.
Dalam sambutannya, Kasi Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Pak Sopian, menegaskan bahwa program beasiswa PNFK ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menuntaskan masalah Pendidikan, khususnya bagi warga miskin ekstrem.
” Program beasiswa P3KE ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi warga yang terkendala faktor ekonomi. Harapannya, peserta didik bisa melanjutkan pendidikan hingga tuntas dan memiliki bekal keterampilan untuk masa depan mereka,” tegas Pak Sopian selaku kasi PNF di hadapan peserta.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya sebatas penyampaian informasi satu arah. Para peserta tampak begitu antusias mengikuti sesi diskusi interaktif bersama narasumber. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari mekanisme pendaftaran, syarat penerimaan, hingga cara penyaluran beasiswa. Kehadiran program ini seolah menjadi angin segar bagi mereka yang selama ini terkendala melanjutkan pendidikan karena faktor biaya.
Atmosfer semakin hidup ketika salah satu tokoh Pendidikan nonformal yang sudah akrab di kalangan pengelola PKBM, yang sering di sapa Pak Badru, dari Tim Dinas Pendidikan Tangerang, turut memberikan penegasan. Dengan semangat, ia menyampaikan bahwa program beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan strategi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah Sindang Jaya.
” Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan beasiswa ini, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat miskin ekstrem untuk tidak bersekolah. Semua punya kesempatan yang sama,” ujar Pak Badru.
Sosialisasi yang berlangsung hingga sore hari itu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta Didik. Mereka merasa lebih optimis, termotivasi, dan percaya bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari jerat kemiskinan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, desa, hingga pengelola PKBM, program ini diharapkan benar-benar menyentuh sasaran dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Sindang Jaya.(Mrn)







