Bungkam di Tengah Dugaan Nepotisme!” Camat Pakuhaji Tak Menjawab Soal Kaur Keuangan Anak Kades, Warga: Ada Apa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. TANGERANG – Di tengah sorotan dugaan nepotisme yang mengguncang Desa Buaran Bambu, sikap Camat Pakuhaji justru memantik tanda tanya besar. Alih-alih memberikan klarifikasi, sang camat memilih diam saat dikonfirmasi.

Tim Jurnalis Tangerang Raya (JTR) mendatangi langsung Kantor Kecamatan Pakuhaji pada Senin (3/8/2026). Namun, camat tidak berada di lokasi. Upaya konfirmasi berlanjut melalui pesan WhatsApp. hasilnya nihil. Tak ada jawaban, tak ada penjelasan, bahkan saat isu ini sudah ramai diperbincangkan publik.

Sikap bungkam ini langsung menyulut reaksi.

Ketua JTR, Ahmad Putra, menilai klarifikasi dari pihak kecamatan adalah kunci untuk meredam keresahan masyarakat.

“Kami hanya ingin jawaban sederhana. Benar atau tidak Kaur Keuangan itu anak Kepala Desa? Dan apakah prosesnya sesuai aturan? Itu saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Tangerang, Ingatkan Pemkot Untuk Peningkatan PAD

Namun hingga berita ini diturunkan, jawaban itu tak kunjung datang.

Kecurigaan Publik Menguat

Kasus ini bermula dari keresahan warga Desa Buaran Bambu yang mempertanyakan pengangkatan Kaur Keuangan yang diduga memiliki hubungan darah dengan Kepala Desa.

Bukan tanpa alasan. Aturan sudah jelas.

Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 secara tegas melarang praktik nepotisme dalam pengangkatan perangkat desa. Prosesnya wajib transparan: melalui penjaringan, penyaringan, hingga seleksi terbuka.

Lalu, jika semua prosedur sudah benar, mengapa harus diam?

Baca Juga :  Yasinan Bersama Insan Pers, Peringati Setahun Wafat Ketua JTR dan SMSI Kota Tangerang

Pertanyaan inilah yang kini bergema di tengah masyarakat. Diamnya pihak kecamatan justru memperkuat spekulasi: apakah proses ini benar-benar bersih, atau ada sesuatu yang disembunyikan?

JTR Akan Bongkar Sampai Tuntas

Tak berhenti di sini, JTR memastikan akan terus mengawal kasus ini. Langkah lanjutan sudah disiapkan, termasuk mengonfirmasi langsung ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang.

Tujuannya jelas: memastikan apakah proses pengangkatan ini sesuai aturan, atau justru sarat kepentingan.

Di tengah tuntutan transparansi, publik kini menunggu satu hal sederhana: kejujuran.

Karena dalam kasus seperti ini, diam bukan lagi netral. melainkan mencurigakan.

(Tim JTR)

Berita Terkait

Camat Bungkam, DPMPD Jawab Normatif Soal Gurita ‘Nepotisme Keuangan’ di Desa Buaran Bambu
Selamat Milad AKBP Humaedi, S.H., Kapolsek Pasar Kemis: Semoga Senantiasa Sukses, Sehat dan Amanah
Happy Milad ke-53 Kapolsek Pasar Kemis, PMS Sindang Jaya Sampaikan Ucapan dan Doa Terbaik
DPC FTIA Tangerang Raya Resmi Dibentuk, Jadi Wadah Perjuangan Pekerja Transpirtasi dan Industri
Jelang HUT RI ke-81, PMS Semarakkan Bulan Kemerdekaan dengan Pemasangan Spanduk
PWI Kota Tangerang Serahkan SK ke Kesbangpol, Wawan Fauzi: Peran Media Bisa Berdampak Besar hingga Fatal
Klarifikasi ke DPMPD, JTR Ungkap Dugaan Nepotisme Pengangkatan Kaur di Buaran Bambu
Jurnalis Diduga Diintimidasi di FIF Tangcity, PWI dan JTR: “Ini Ancaman Serius Kebebasan Pers”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Camat Bungkam, DPMPD Jawab Normatif Soal Gurita ‘Nepotisme Keuangan’ di Desa Buaran Bambu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Selamat Milad AKBP Humaedi, S.H., Kapolsek Pasar Kemis: Semoga Senantiasa Sukses, Sehat dan Amanah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Happy Milad ke-53 Kapolsek Pasar Kemis, PMS Sindang Jaya Sampaikan Ucapan dan Doa Terbaik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:27 WIB

DPC FTIA Tangerang Raya Resmi Dibentuk, Jadi Wadah Perjuangan Pekerja Transpirtasi dan Industri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Jelang HUT RI ke-81, PMS Semarakkan Bulan Kemerdekaan dengan Pemasangan Spanduk

Berita Terbaru